Pages

Prosedur Membuat Kebun Vertikal

Program Budidaya tanaman Pekarangan Hijau Lestari untuk Menyelamatkan Bumi.

Pembina LSM HL Sabet Penhargaan dari Jepang

Bank Sampah dari Bandung untuk Dunia.

Green Gebyar Festival

Pameran dan Edukasi Hijau Lestari untuk Masyarakat.

22 April Hari BUMI

Hijau Lestari Cinta Bumi.

macam-macam media tanaman

Berbagai Media untuk lingkungan yang lebih asri.

Minggu, 12 Oktober 2014

PENGELOLAAN SAMPAH MENGGUNAKAN KONSEP BANK SAMPAH

Sampah
adalah Sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat. Permasalahan sampah di Indonesia sangat lah Konkrit dimana pengelolaan yang dilakukan masih belum optimal dimana masih menggunakan pola lama dimana sampah yang dihasilkan belum dipilah, hanya dicampur lalu di buang. Padahal dengan memilah sampah, dapat di dapat nilai ekonomis yang ada.
Konsep pengelolaan sampah yang sedang berkembang di Indonesia Adalah pengelolaan sampah dengan konsep bank sampah.
Konsep Bank Sampah Menggunakan 5 M 
1. Mengurangi sampah 
    a. Meminimalkan penggunaan tas plastik
    b. Membiasakan membawa tas belanja dari rumah
    c. Meminimalkan sisa makanan 
    d. Menggunakan sapu tangan/lap kain2. 
2. Memilah Sampah
3. Memanfaatkan Sampah 
    a.     Memanfaatkan halaman balik kertas yang masih kosong 
    b.    Memanfaatkan kertas bekas untuk amplop 
    c.     Memanfaatkan kaleng bekas untuk pot bunga 
    d.    Memanfaatkan sisa makanan/sayuran untuk makanan ternak/ikan, dll
4. Mendaur Ulang Sampah
    a.     Mengolah sampah kertas menjadi kertas daur ulang/kerajinan
    b.    Mengolah bungkus bekas menjadi aneka kerajinan
    c.     Mengolah gabus styrofoam menjadi bataco, pot bunga dsb
    d.    Mengolah sampah kaca menjadi aneka bentuk seni dan alat rumah tangga
    e.     Mengolah sampah organik menjadi kompos/pupuk
    f.     Mengolah kotoran ternak menjadi pupuk dan gasbio  
    g.    Mengolah daun kering, ranting tanaman menjadi briket bioarang
5. Menabung Sampah 
    Cara  Mendirikan  Bank Sampah :
    a. Melakukan sosialisasi berdirinya bank sampah 
    b. Membentuk  pengelola bank sampah
    c. Melatih
 pengelola  bank sampah 
    d. Menyiapkan kelengkapan bank sampah 
    e. Mencari pembeli sampah (rosok/pengepul)
    f. Mempromosikan 
 berdirinya bank sampah
    g. Melakukan pelayanan tabungan sampah
 sampah
    h. Melakukan 
MONEV (monitoring dan evaluasi)
    i.  Melakukan Sosialisasi Bank Sampah
    j.  Penjelasan Teknis Pelayanan Menabung
    k. Praktek Pelayanan Bagi Teller
    l.  Pelatihan Bank Sampah 
    

Sumber : Bambang Suwerda (pencetus Bank Sampah di Indonesia)

PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN PEKARANGAN

Kamis 7 November 2013, LSM Hijau Lestari kembali mengadakan Pelatihan Budidaya Tanaman Pekarangan .se Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Acara dibuka sekitar pukul 9 pagi. Pelatihan kali ini dihadiri oleh sekitar 30 orang peserta dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang antusias menerima materi yang dibawakan oleh perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, yang dibawakan oleh Bapak Asep dan Ibu Peni. 
Acara yang diadakan di Jl. Ir. H. Juanda 281 ini berisi berbagai macam materi, mulai dari pengenalan  jenis-jenis tanaman sayuran yang bisa ditanam di pekarangan, cara-cara menanam, alasan mengapa memilih penanaman organik, cara pembuatan pupuk sederhana, dan hal-hal yang berkaitan dengan penanaman sayuran di pekarangan.

Peserta yang awalnya tampak pendiam terlihat sangat semangat saat sesi tanya jawab, dan makin energik ketika saat sesi praktek lapangan, yaitu pembagian bibit berikut tanah dan polybag oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung. Selama sesi materi di ruangan, bapak-bapak dari Dinas Pertanian dengan semangat mencampur sekam bakar, tanah, dan pupuk; sebelum dimasukkan ke pot plastik dan polybag untuk sesi terakhir. Bibit yang dibagikan terdiri dari bibit brokoli, cabe, seledri, terong, dan selada. Peserta boleh membawa bibit dan tanah sebanyak mereka suka. Tak lupa, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung serta panitia membawa berbagai contoh sayuran yang tumbuh di polybag dan berhasil berbuah, dan yang menjadi primadona adalah bunga kol dan sausin yang tumbuh segar dan ranum. 


Sekitar pukul 12 siang, acara ditutup dan para peserta dengan riang pulang membawa ilmu dan bibit sayuran untuk ditularkan ke lingkungan masing-masing. Sampai jumpa di lain kesempatan! (HERYANTI)